Dispar Beri Penguatan Kapasitas Pengrajin Kria Kayu – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Konawe Raya

Dispar Beri Penguatan Kapasitas Pengrajin Kria Kayu

Suhartin SPd MM.

 

ANDOOLO – Dinas Pariwisata Kabupaten Konawe Selatan (Dispar Konsel) memberikan penguatan kapasitas kepada penrajin kriya kayu di Konsel.

Penguatan kapasitas kelembagaan pengrajin tersebut melalui workshop di Hotel Green Andoolo, Sabtu kemarin.

Kadispar Konsel, H Mahar Buburanda Imran SH MH melalui Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Suhartin S.Pd MM, menuturkan workshop dilakukan sebagai bentuk penguatan kelembagaan bagi para pengrajin limbah  kayu.

“Kegiatan ini merupakan dukungan daerah terhadap pengrajin limbah kayu dalam meningkatkan kreatifitas produk yg dihasilkan. Sehingga memiliki produk yang dihasilkan melalui limbah kayu memiliki nilai jual dan berdaya saing,” ungkap Suhartin.

Workshop penguatan kelembagaan itu diikuti oleh 60 pengrajin yang berasal dari Desa Pangan Jaya Kecamatan Lainea dan Desa Iwoi Mendoro Kabupaten Konsel.

Penguatan kapasitas para pengrajin dengan menghadirkan narasumber yakni akademisi SMK 4 Kendari, Jumadil S.Pd M.Pd dan Mursalin S.Pd M.Pd yang merupakan guru jurusan Kria Kayu SMKN 4 Kendari.

“Workshop kali ini dengan mengajarkan penrajin cara mendesain produk dan membuat produk menjadi produk yang layak jual,” tutur Suhartin.

Suhartin mengatakan program peningkatan kapasitas bidang ekonomi kreatif telah mendapat suport dari Badan Ekonomi Kreatif Indonesia.

“Yang artinya program yang selama ini difasilitasi Bekraf Indonesia mampu berkelanjutan dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah dalam hal ini dinas pariwisata,” ulasnya.

Sejauh ini, lanjutnya, Dispar Konsel meyakini bahwa kerajinan kayu Konsel kedepannya akan memiliki nilai jual dan daya saing  dipasar nasional .

“Serta tidak menutup kemungkinan produk kerajinan limbah kayu Konsel menjadi ciri khas di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra, red). Olehnya itu, baik dukungan pemerintah pusat dan daerah kepada para pengrajin akan terus berinovasi melalui ide-ide kreatif dalam mengembangkan sebuah produk yang mampu menjadi nilai ekonomi bagi masyarakat dan daerah,” pungkasnya. (rS)

Click to comment
To Top