Bekraf RI Uji Kelayakan Kerajinan di Konsel – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Konawe Raya

Bekraf RI Uji Kelayakan Kerajinan di Konsel

Surunuddin Dangga bersama Direktur Infrastruktur fisik Bekraf RI, Seliana Halia Ishak dan Kabid Ekraf Konsel, Suhartin S.Pd MM saat uji petik kelayakan kerajinan di Konsel.

ANDOOLO – Tim pemeringkatan kreatif kabupaten kota Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI turun langsung di Kabupaten Konawe Selata (Konsel) guna melakukan uji petik potensi kerajinan kayu di Konsel.

Tim yang dipimpin langsung Direktur Infrastruktur Fisik Bekraf RI, Seliana Halia Ishak diterima langsung oleh Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga ST MM didampingi Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Konsel, Suharti S.Pd MM.

Melihat potensi kerajinan kayu di Konsel utamanya Desa Pangan Jaya Kecamatan Lainea dan Desa Iwoi Mendoro, Direktur Infrastruktur Fisik Bekraf RI, Seliana Halia Ishak mengatakan sesuai hasil uji petik tim jika potensi kerajinan di Konsel menitik beratkan pada potensi kerajinan kria yang bersumber dari bahan baku limbah kayu.

Seliana menuturkan tiga subsektor Bekraf RI dalam melihat potensi ekonomi kreatif salah satunya Konsel yang telah berketetapan memilih potensi kerajinan kria untuk limbah kayu. Alasan itu, pandangnya, melihat limbah katu di Konsel setiap harinya berjumlah 15 meter kubik perhari hanya dijadikan jayu bakar. Dan jika hal itu manfaatkan maka dapat memberikan dampak ekonomis dan memiliki nilai jual bagi pengrajin.

“Bekraf melihat potensi ini harus di intervensi agar pembuat mobiler dapat mengerjakan hal-hal kecil yang rumit dan lebih detail untuk menghasilkan nilai ekonomi. Barang kecil secara detail akan menghasilkan potensi ekonomi yang lebih tinggi,” ujar Seliana.

Dia memandang jika potensi ekonomoi kerajinan di Konsel begitu tinggi. “Misalkan kalung dari kerajinan kayu Rp 25 ribu tidak ada yang mau beli di Konsel. Nah, kalau dipamerkan diluar dapat sepuluh kali lipat laku kalau orang suka,” tuturnya.

Dia berharap strategi pemerintah untuk memberikan kontribusi kepada Konsel. “Saat ini bupati memberikan respon untuk meminta SKPD sebagai sales atau marketing untuk menjual produk kerajinan. Karya kerajinan dapat didistribusikan ke PAUD sebagai permainan edukasinya, pemakaian prodak lokal,” ulasnya.

Dikatakannya, potensi kerajinan di Konsel begitu besar dan harus diimbangi oleh pengrajin dengan meningkatkan kualitas produk agar nilai ekonominya dapat bertambah dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Sementara itu, Bupati Konsel H Surunuddin Dangga ST MM mengaku bagian dari strategi pemerintah dengan mengundang Bekraf RI untuk memberikan perhatian dengan melihat unggulan yang menjadi suatu produksi yang bernilai dari segi ekonomi dan arsitekturnya.

“Apa yang telah dinilai oleh Bekraf RI kita harus melanjutkan dengan terus memperbaiki produksi kerajinan  agar dapat bernilai tinggi dan bernilai jual. Sebaik apapun produksi kita kalau tidak memiliki nilai jual akan sia-sia,” papar Surunuddin.

Menyangkut pemasaran, pihaknya akan berusaha tentang kebutuhan dilingkungan Pemda dengan menggunakan produksi dalam daerah. “Seperti bingkai foto dengan menggunakan pengrajin supaya dapat berguna bagi perkembangan ekonomi lokal dan memanfaatkannya produk ekonomi lokal kita,” tutur Surunuddin.

Surunuddin mengharapkan agar Dinas Pariwisata melalui Bidang Ekonomi Kreatif menjembatani untuk melakukan komunikasi kepada Bekraf RI dan para pengrajin di Konsel. Sebab, lanjutnya, organisasi pemerintahan dirikan untuk mendorong kreasi dalam meningkatkan ekonomi kreatif agar lebih maksimal.

“Setelah diadakan pelatihan dengan menggunakan limbah kayu dan mampu menghasilkan produk kita harus dorong dengan mempersiapkan penguatan kapasitas para pengrajin. Kalau perlu ada yang magang keluar daerah. Kita pahami masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi. Hal itu perlu agar produk kita tak kalah bersaing dengan produk-produk kerajinan yang ada di luar,” paparnya.

Persoalan modal bagi pengrajin, lanjutnya, akan koperasikan sehingga dapat memudahkan akses modal. “Di Konsel untuk pengusaha kecil menengah tidak masalah karena pemda sudah mengadakan MoU dengan perbankan untuk memberikan KUR untuk menjamin secara tekhnis. Tujuannya dalam rangka memperbanyak uang beredar sehingga pertumbuhan ekonomi lebih tinggi,” kata orang nomor satu Konsel ini.

Surunuddin berjanji termasuk masalah ekonomi kreatif yang menggunakan limbah begitu pula industri inti para pengrajin seperti meubeler akan ditingkatkan dan menjadi bahan perhatian pemda.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Konsel, Suhartin S.Pd MM mengatakan saat ini pihaknya terus berupaya memberikan pendampingan untuk menguatkan kapasitas pengrajin demi menghasilkan karya-karya yang mampu menghasilkan nilai ekonomi masyarakat dan daerah.

“Konsel telah dipercayakan sebagai daerah pengembangan ekonomi kreatif oleh Bekraf RI. Ini menjadi suatu amanah dan momentun yang sangat baik bagi Pemda Konsel agar mampu menghasilkan prodak yang bukan saja memberikan dampak ekonomi tetapi juga menjadikan ikon bagi daerah dan kerajinan kita,” tandas Suhartin. (rs)

Click to comment
To Top