Tak Berdokumen Lengkap, 200 Kubik Kayu Diamankan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Hukum & Kriminal

Tak Berdokumen Lengkap, 200 Kubik Kayu Diamankan

Anggota polisi dari Tim Subdit IV Tipiter Dit Res Krimsus Polda Sultra mengawal kapal KLM Berkat Harapan Baru GT 135, yang memuat kayu jenis rimba campuran sekitar 200 kubik kayu illegal.

KENDARI – Sebanyak 200 kubik kayu jenis rimba campuran dengan ukuran bervariasi diduga kuat illegal, karena tidak memiliki dokumen lengkap, dimuat dalam sebuah kapal bernama KLM Berkat Harapan Baru GT 135, bertolak dari Konawe Utara tiba di Teluk Kendari dalam pengawalan ketat aparat kepolisian.

Meski tidak dilengkapi dokumen lengkap, ratusan kubik kayu tersebut rencananya akan diperjualbelikan ke Lombok Timur Nusa Tenggara Barat (NTB). Sayangnya, setelah selesai pemuatan, kayu illegal tersebut digagalkan dan ditangkap oleh kepolisian.

Informasi yang dihimpun Rakyat Sultra, pengiriman kayu tersebut ke NTB bukan kali pertamanya. Selain itu dalam kasus penyeludupan kayu illegal itu juga diduga melibatkan oknum Polisi dari Konut berinisial Yu.

Sementara itu saat dikonfirmasi Kasubdit IV Tipiter Polda Sultra, AKBP Hartono mengungkapkan, jika kasus yang ditangani oleh bawahannya itu sementara dalam proses penyidikan dan pengembangan untuk mengungkap keterlibatan para pihak pada kasus itu.

“Kita masih lakukan pemeriksaan saksi serta melakukan klarifikasi terhadap Pemilik kayu, Nahkoda kapal, ABK kapal dan Dinas kehutanan provinsi Sultra,” katanya.

Untuk diketahui Tim Subdit IV Tipiter Dit Res Krimsus Polda Sultra dipimpin oleh AKP Laupe Kasau menggagalkan upaya pengiriman kayu disekitar di perairan laut Molore Kecamatan Langgikima Kabupaten  Konawe utara.

Kayu illegal itu jumlahnya mencapai 200 kubik kayu jenis rimba campuran dengan ukuran bervariasi diduga kuat ilegal karena tidak memiliki dokumen lengkap. Kayu tersebut dimuat dalam kapal KLM Berkat Harapan Baru.

Kapal GT 135 tersebut dinahkodai oleh YU warga Kecamatan Batu licin Kalimantan Selatan. Sedangkan dari hasil pengembangan sebagai pemilik kayu diketahui berinisial ZA asal Kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara (Konut).

Pemilik kayu jika terbukti maka terancam kurungan diatas lima tahun penjara Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. (rs)

Click to comment
To Top