Penjamret Terekam CCTV – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Hukum & Kriminal

Penjamret Terekam CCTV

AKP Tiswan

 

KENDARI – Jajaran Unit Reskrim Polsek Baruga mengamankan seorang pelaku penjambretan pada Jumat malam (17/3) sekitar pukul 18.30 Wita.

Pelaku tidak hanya dikenal spesialis jambret, tapi seringkali terlibat kejahatan Curanmor maupun tindak pidana lainnya seperti penganiayaan di wilayah hukum Baruga. Selain itu pelaku juga masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kendari.

Pelaku adalah bernama Didit Prayoga (25) warga kelurahan Batu Bangga Kecamatan Baruga. Dia dibekuk disekitar Bundaran Lepo-Lepo Jumat (17/3).

Dari catatan Kepolisian, pelaku pernah dipenjara dalam kasus yang sama dan saat ini kembali berhadapan dengan Kepolisian.

Terakhir pelaku beraksi di Hotel Wisma Indonesia, saat itu korbannya pengunjung hotel dan berhasil merampas HP serta uang tunai. Dikalangan Kepolisian pelaku tenar dengan nama spesialis jambret di hotel.

Dalam setiap aksinya pelaku berlaga seperti tamu hotel pada umumnya. Namun dibalik penampilannya itu saat memasuki hotel dan melihat pintu kamar hotel dalam keadaan tidak terkunci dia langsung masuk dan merampas semua barang berharga korban.

“Pelaku ini resedivis kasus yang sama. Pelaku juga sudah banyak kali menjalankan aksinya. Aksi terakhirnya diketahui Polisi setelah dilaporkan oleh resepsionis hotel Wisma Indonesia. Dan itu kali kedua diketahui setelah pernah juga melakukan aksinya di Hotel Imperial,” kata Kapolsek Baruga AKP Tiswan, Sabtu (18/3).

Selain itu keberhasilan pengungkapan kasus tersebut tidak terlepas adanya CCTV yang terpasang dilokasi kejadian.

“Aksi pelaku terekam CCTV jadi memudahkan kami untuk mengetahui identitas pelaku. Ketika ada laporan kita lakukan penyelidikan dan pengembangan hingga akhirnya kita tangkap dia,” ujarnya.

Lanjut mantan Kasat Lantas Polres Kendari ini, akibat perbuatan pelaku itu, korbannya mengalami kerugian hingga dengan Rp 20 – Rp 25 juta.

Selama ini pelaku diketahui beraksi seorang diri. Meski seperti itu Polisi tetap melakukan pengembangan. Pelaku pun dapat dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (rs)

Click to comment
To Top