Nur Alam :Jangan Takut Pinjam Uang – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Sultra Raya

Nur Alam :Jangan Takut Pinjam Uang

Gubernur Sultra Nur Alam didampingi Direktur LPBD-KUMKM Kemas Daniel dan Kadis Koperasi dan UMKM Sultra Hery Alamsyah saat membuka acara Bimtek Walk In Assessment LPDB-KUMKM, Kamis (16/3)

KENDARI – Gubernur Sultra Nur Alam berpesan kepada semua pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) SUltra dan para pelaku koprasi agar tidak takuk meminjam uang di Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM).

Pesan ini disampaikan saat membuka acara Bimbingan Teknis Walk In Assessment LPDB-KUMKM yang bekerjasama dengan DInas Koperasi dan UMKM SUltra, di Swisbel Hotel, Kamis (16/3).

“Jangan takut pinjam uang sepanjang sasarannya jelas. Jangan makan kalau belum saatnya anda makan. Modal itu jangan dianggap bisa dikonsumsi di rumah tangga. Beda kalau usaha sudah berjalan baik baik dari sisi hasil usaha dan dari piutang yang dipinjam. Kita harus bisa menahan diri, karena perkembangan usaha hasil dari kita menahan diri secara konsisten, setalah untung maka bisa untuk menambah usaha dan mengmbangkan modal yang sebelumnya,” pesan Nur Alam kepada hampir 300 orang pelaku UKM Sultra.

Menurut Nur Alam UKM gagal karena utang, baik pelanggan ataupun atau tidak tepat waktunya para pelaku usaha membayar pinjaman modal. Disitulah sumber dari kehancuran usaha, bukan hanya tidak bisa berkembang namun akan hilang.

LPDB-KUMKM telah memberikan ruang dan bimbingan teknis dan memberikan permodalan bagi pelaku UKM di Sultra. Nur Alam mengapresiasi LPDB yang telah memberikan bantuan permodalan tahun 2017 sebesar Rp 200 miliar. Dengan begtiu, para pelaku UMKM ataupun Koperasi bisa lebih maksimal memanfaatkan kesempatan dalam mendapatkan bantuan permodalan itu.

“Kita perlu bersukur, karena kita dikunjungi kesuksesan. Jadi kalian semua pelaku UKM dibantu untuk jadi usahawan besar. Ibarat baju, kita diberikan baju, tetapi ada tatacaranya memakainya. Kalau salah, kita bisa hancur, kalau tidak salah menggunakan baju itu bisa melindungi kita dan menutupi badan kita bahkan bisa memperindah kita,” urai Nur Alam mengibaratkan.

Olehnya, pesan dia lagi manfaatkan dana yang diberikan LPDB-KUMKM untuk mebangun usaha dan ekonomi di Sultra. Jangan takut menggunakan uang negara selama proses dan prosedurnya diikuti dengan benar sesaui tatacara pengusulan dan penggunaannya serta pertanggungjawabnya.

Sementara, Direktur LPDB-KUMKM Kemas Daniel megakui memberikan bantuan alokasi permodalan tahun ini sebesar Rp 200 miliar. Meskipun dirinya menyayangkan selama dua tahun pihaknya menggelontorkan anggaran di Sultra yang besarnya juga Rp 200 miliar namun hanya terserap Rp 62 miliar.

Olehnya itu, pihaknya kembali datang memberikan bimbingan bagaimana cara mendapatkan dan memanfaatkan permodalan dana LPDB-KUMKM. Jika sebelumnya, banyak proposal pengajuan yang diajukan para pelaku UKM dan Koperasi belum memenuhi syarakat, untuk itu pihaknya akan melakukan bimbingan hingga bisa.

Hanya saja memang, kata dia modal yang digulirkan LPDB merupakan anggaran APBN yang harus dipertanggungjawabkan. Untuk itu, pertanggungjawabnya harus jelas.

Sementara Kadis Koperasi dan UMKM Sultra Hery Alamsyah mengakui jika serapan modal yang diberikan LPDB sebelumya masih minim. Untuk itu, pihaknya bersama LPBD melakukan bimtek dalam rangka melatih dan menyatukan persepsi pelaku UMKM dan Koperasi dalam mendapatkan peromodalan. Bukan hanya bagaimana mengajukan, namun juga mempertanggungjawabkannya.

“Dengan jumlah koperasi 3.900 dan 98.520 UMKM kita yakin bisa lebih maksimal menyerap modal yang diberikan LPDB,” harapnya. (rs)

Click to comment
To Top