BI: Warga Morosi Wajib Gunakan Rupiah – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Probiz

BI: Warga Morosi Wajib Gunakan Rupiah

Sosialisasi kewajiban penggunaan rupiah dan usaha penukaran valuta asing bukan bank di Desa Palu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, Kamis (16/3).

KENDARI – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan sosialisasi kewajiban penggunaan uang rupiah dan usaha penukaran valuta asing bukan bank pada warga Desa Palu, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. Kegiatan ini, dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, H. Muh Ridwan dan Deputy Branch Manager PT Virtue Dragon Nickel Industry, A Chairrilah Widian.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bidang Manajemen Intern dan Sistem Pembayaran, LM Bachtiar Zaadi mengatakan, sosialisasi diikuti 200 warga Kecamatan Morosi dari perwakilan desa dan kelurahan di daerah itu. Tujuannya, untuk menginformasikan dan memberikan edukasi ke masyarakat tentang adanya peraturan BI yang melakukan transaksi jual beli dengan berkewajiban menggunakan uang rupiah.

“Jika ada masyarakat yang melakukan transaksi jual beli barang dengan menggunakan mata uang lain, maka langsung diproses hukum. Sosialisasi ini dilakukan untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Bachtiar ditemui usai sosialisasi di Kantor Camat Morosi, Kamis (16/3).

Dia mengatakan, penggunaan uang rupiah menjadi wajib untuk digunakan di wilayah NKRI, baik warga asing maupun warga lokal. Kewajiban ini, berdasarkan peraturan tentang Undang-Undang mata uang, yang mewajibkan seluruh wilayah NKRI menggunakan uang rupiah.

“Yang namanya wajib, berarti ada sanksinya. Adapun sanksi yang akan didapatkan masyarakat jika terbukti melakukan transaksi dengan mata uang lain, maka akan dihukum dengan pidana kurangan 1 tahun dan denda paling banyak Rp 200 juta,” ucapnya.

Bachtiar menuturkan, adapun tujuan BI melalui kegiatan ini yakni bagaimana mencapai dan memelihara kestabilan uang rupiah yang ada di wilayah NKRI. “Dengan mengikuti kegiatan ini masyarakat dapat memperoleh pengetahuan untuk dapat mengenali kewajiban menggunakan transaksi dengan uang rupiah. Karena disini, banyak warga tenaga kerja asing (TKA),” ujarnya.

Menurutnya, secara harian para TKA bisa saja menggunakan mata uang yang mereka bawa dari negaranya, sehingga dibutuhkan interaksi dan komunikasi dengan baik kepada masyarakat sekitar untuk menjadikan uang rupiah sebagai alat transaksi yang sah. Sehingga, mereka menjadi jembatan bagi BI untuk menyampaikan kepada masyarakat yang lain di sekitar Kecamatan Morosi. Selain itu, BI juga mengajarkan kepada masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi ini untuk dapat memilah uang yang masih layak edar dan harus disetorkan kepada BI untuk dimusnahkan.

“Melalui kegiatan ini, kami harapkan agar masyarakat tau dan menyadari tentang pentingnnya menggunakan uang rupiah sebagai alat transaksi jual beli yang sah bagi masyarakat. Dan ada sanksi yang akan didapatkan bagi warga asing maupun lokal yang menggunakan transaksi dengan mata uang lain. (rs)

Click to comment
To Top