Kajari Bidik Korupsi Budi Daya Rumput Laut – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Kolaka Raya

Kajari Bidik Korupsi Budi Daya Rumput Laut

Bustanil N Arifin SH

*13 Saksi Sudah Diperiksa

RUMBIA – Kejaksaan Negeri (Kajari) Bombana mulai membidik kasus korupsi bantuan sarana dan prasarana budi daya rumput laut yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bombana pada tahun 2013-2014.

 

Proyek yang dikerjakan oleh pihak BPBD ini menelan anggaran dana hibah sebesar Rp 1,5 miliar lebih. Dengan jumlah kelompok tani sebanyak 14 kelompok yang tersebar di wilayah Poleang dan Kabaena.

 

Kasi Pidsus Kajari Bombana, Bustanil N Arifin SH mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah memerikasa 13 orang saksi. Dari hasil keterangan mereka bantuan yang diberikan dari pihak BPBD untuk bibit rumput laut sangat bervariasi antara Rp 10.000.000 hingga Rp 17.000.000.

 

“Padahal dalam kontrak, setiap kelompok tani harus mendapatkan bantuan sebesar Rp 54.000.000. Nah dari sinilah kami menduga bahwa telah terjadi korupsi dalam proyek pengadaan bibit rumput laut tersebut,” jelas Bustanil kepada Rakyat Sultra di ruang kerjanya, Selasa (14/3).

 

Kasi Pidsus Kejari Bombana ini juga berjanji, dalam waktu dekat ini pihaknya sudah bisa menetapkan nama tersangka dalam kasus korupsi tersebut.

 

“Kami sudah kantongi namanya. Namun kami belum bisa publikasikan, yang pasti paling lama awal Bulan April kami sudah bisa tetapkan tersangkanya,” Janji Bustanil.

 

Dia juga menambahkan, sekarang ini pihaknya masih menunggu keterangan dari pihak penjual peralatan pengadaan proyek tersebut yakni CV Terpal Cahaya Mas Abadi yang beralamatkan di Jakarta.

 

“Nantinya yang terlibat dalam kasus ini, terjerat undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan kasus korupsi. Ancaman maksimal 20 tahun penjara,” tungkasnya. (rs)

Click to comment
To Top