Bawaslu Rekomendasi PSU di Empat TPS – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Pilkada

Bawaslu Rekomendasi PSU di Empat TPS

Hamiruddin Udu

KENDARI –  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra merekomendasikan pemungutan suara ulang (PSU) di empat tempat pemungutan suara (TPS) di Kelurahan Bende Kecamatan Kadia Kota Kendari. Empat TPS  itu adalah TPS 3, TPS 17, TPS 19, dan TPS 21.

 

Ketua Bawaslu Sultra Hamiruddin Udu mengatakan, keluarnya rekomendasi itu karena ada puluhan warga yang menyalurkan hak pilih lebih dari satu kali, baik di TPS yang sama maupun di TPS berbeda.

 

Pihaknya pun sudah melakukan pemeriksaan terhadap pelapor atas nama Ade Kowareono  dan saksi-saksi. Selain itu,mereka juga meneliti bukti-bukti dan data-data yang telah dikumpulkan. Berdasarkan kajian tersebut, pihaknya menyimpulkan bahwa syarat PSU sudah terpenuhi sebagaimana dicantumkan  dalam Pasal 112 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015.

 

Bawaslu Sultra  sudah mengonsultasikan hasil kajian mereka ke Bawaslu RI  mengingat rekapitulasi perolehan suara di Kota Kendari sudah selesai dan sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi  sedang berlangsung.

 

 

“Menurut Bawaslu RI, rekomendasi PSU harus dikeluarkan kepada KPU  untuk menjaga keadilan dan terwujudnya pilkada yang demokratis secara substansial,” kata Hamiruddin Udu saat dihubungi melalui aplikasi Whatsapp, Kamis (9/3).

 

Hamiruddin mengaku sudah  menyampaikan rekomendasi PSU ke KPU Sultra. Dalam rekomendasi, pihaknya meminta KPU Sultra agar memerintahkan KPU Kendari melaksanakan PSU sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Sementara  itu, Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengaku sudah menerima rekomendasi yang disampaikan Bawaslu Sultra. Hanya saja,  dia menilai rekomendasi tersebut salah salah alamat karena penyelenggara utama pemilihan wali kota  adalah  KPU Kendari, bukan KPU Sultra.  Harusnya, hasil kajian Bawaslu Sultra disampaikan ke Panwaslu Kendari . Setelah itu, Panwaslu meneruskan ke Panwascam.  Di tingkat kecamatan, Panwascam menyampaikan hasil kajian ke Panitia Pemilihan Kecamatan.  Olehnya itu, rekomendasi yang  dikirim Bawaslu Sultra ke KPU Sultra dianggap salah alamat.

Selain salah alamat, rekomendasi  Bawaslu Sultra yang meminta KPU Sultra memerintahkan KPU Kendari melaksanakan PSU tidak diatur dalam peraturan perundang-undangan. Perintah PSU, kadia, hanya bisa dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK).

 

“Panwaslu saja tidak bisa memerintahkan PSU. Mereka hanya bisa memberikan  rekomendasi,” ungkapnya.

 

Hidayatullah  menganggap rekomendasi PSU yang dikeluarkan Bawaslu Sultra sudah melewati batas waktu . Pihaknya pun mempertanyakan  mengapa rekomendasi tersebut baru dikeluarkan sekarang.  “Kenapa tidak dari kemarin?,” herannya.

 

Pihaknya tidak mungkin melaksanakan PSU karena tahapan itu sudah berlalu.  Lagi pula, PSU hanya bisa dilakukan empat hari setelah hari pemungutan suara. Ini diatur dalam Pasal 60 Peraturan KPU Nomor 10 Tahun 2015.   Saat ini, katanya, pilkada 2017 memasuki tahapan  perselisihan hasil pemilihan.  Ia pun mempertanyakan mengapa ada pihak tertentu yang meminta dilakukan PSU.

“Kalau mau minta PSU, sampaikan di MK,” ungkapnya.

 

Hidayatullah juga meragukan kajian Bawaslu Sultra. Soalnya, KPU Kendari, PPK Kambu, dan PPS Bende, serta KPPS  tidak pernah diperiksa terkait masalah tersebut. Meski begitu, pihaknya akan tetap mengkaji hasil analisa Bawaslu Sultra karena rekomendasi tersebut disampaikan secara resmi.  “Kami akan tetap kaji. Kami juga akan mengundang pihak terkait membahas rekomendasi itu. Adapun kesimpulannya akan kami sampaikan 14 Maret 2017,” ucapnya.

 

Empat TPS yang direkomendasikan PSU ini mencatat kemenangan pasangan Abdul Rasak-Haris Andi Surahman (Rasak-Haris) dan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain (ADP-Sul).   Dikutip di laman pilkada2017, perolehan suara TPS 3 dijawarai pasangan Rasak-Haris.

 

Kandidat nomor urut satu ini meraup 195 suara disusul ADP-Sul 106 suara dan Muhammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud (Zayat-Syahriah) 64 suara.  Di TPS 17, Rasak- Haris memperoleh 100 suara, ADP-Sul 99 suara dan Zayat-Syahriah 66 suara.

 

Di TPS 19, Rasak-Haris meraup 51 suara, ADP-Sul 328 suara, dan Zayat-Syahriah 92 suara. Di TPS 21, Rasak-Haris  memperoleh 23 suara, ADP-Sul 264 suara, dan Zayat-Syahriah 24 suara.

 

Sementara itu, dari rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan KPU Kendari, pasangan  ADP-Sul menang  setelah memperoleh 62.019 suara disusul Rasak Haris 55.769 suara dan Zayat-Syahriah 33.501 suara. (rs)

Click to comment
To Top