Rakyat Sultra

Konawe Raya

Konsel Jadi Sentra Pangan Nasional

♦ Tak lagi Impor Pangan

ANDOOLO – Kedatangan rombongan Menteri Pertanian (Mentan) RI, DR H Ir Andi Amran Sulaiman MP di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) mendapat sambutan hangat pemerintah kabupaten serta masyarakat.

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman

Mentan RI, Andi Amran Sulaiman

Pasalnya, sang menteri dapat dibilang pulang kampung, karena dirinya pernah mendedikasikan diri di kabupaten Konsel yang masih bermama kabupaten Kendari diera tahun 90an.

Dalam kunjungan kerjanya, Mentan RI Andi Amran Sulaiman memaparkan capaian kinerjanya dibidang ketahanan pangan skala nasional. Salah satunya, Indonesia tak lagi mengimpor beras setelah 32 tahun belakangan ini.

“Capaian kementerian pertanian bahwa Indonesia tak lagi mengimpor beras. Begitu juga dengan komoditi bawang. Melainkan, kita melakukan ekspor kepada negara lain,” ujar Amran dalam sambutannya kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan masyarakat saat kunjungan kerjanya di Desa Ranooha Kecamatan Buke kemarin.

Selain komoditi beras dan bawang, lanjut dia, terjadi penurunan impor jagung sebesar 66 persen. “Itu merupakan capaian tertinggi selama indonesia merdeka,” tuturnya.

Begitu juga dengan komoditi cabai yang saat ini tak lagi diimpor, kata dia dibanding kedelai yang mengalami penurunan. Lanjutnya, komoditi strategis yang mengalami penurunan produksi berada pada komoditi kedelai dari luasan kurang lebih 70an hektar.

Amran mengatakan saat ini dunia mengakui melalui the economis intelegent dirilis the global security indeks jika negara Indonesia mengalami lompatan tertingggi dunia dalam hal produksi pangan.

“Dalam hal produksi pangan dunia mengapresiasi kemajuan ketahanan pangan Indonesia dengan tidak adanya impor beras, bawang, cabai serta penurunan impor jagung yang begitu drastis,” paparnya.

Banyangkan saja, sambungnya, penurunan impor jagung dalam setahun berkurang dengan angka tiga juta ton dengan nilai harga Rp 10 trtiliun dalam setahun. “Kementerian pertanian berkomitmen tidak akan melakukan impor lagi dan akan mengangkat indonesia menjadi lumbung pangan dunia,” tuturnya.

Dengan penurunan komoditi impor tersebut menjadikan negara langganan impor Indonesia seperti Thailand, Vietnam, Laos, Miyanmar dan Pakistan menjadi pertanyaan besar bahwa apa yang telah dilakukan bangsa Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan.

Dia menambahkan dengan tidak melakukan impor pangan di negara tetangga tak terlepas dari kerjasama semua pihak salah satunya Sulawesi Tenggara (Sultra) misalkan di Kabupaten Konsel yang mengalami peningkatan produksi pangan dan peternakan.

Kedepan, Kementan akan terus melakukan upaya peningkatan produksi pangan di Indonesia dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan menuju masyarakat yang sejahtera.

Sementara itu, ditempat yang sama, Pangdam VII Wirabuana Mayor Jendral Agus Surbakti mengungkapkan, TNI siap menjadi garda terdepan bersama petani mewujudkan program pemerintah pusat, yang merupakan nawacita presiden RI mewujudkan ketahanan pangan di Indonesia.

“Dan ini sudah dibuktikan Mentan jika kita sudah tak lagi impor beras, kita mampu mewujudkan ketahanan pangan yang dulunya merupakan andalan bangsa kita. Alhamdulillah TNI mendapat kehormatan bersama Mentan mewujudkan ketahanan pangan termaksud di Konsel bersama babinsa dan koramil dalam meningkatkan dan mengefektifkan lahan-lahan yang ada dengan mencetak sawah baru, dengan bersama menghasilkan produktifitas yang tinggi,” paparnya.

Pihaknya juga siap membangun ketahanan pangan demi mewujudkan ketahanan pangan di Konsel. TNI siap bersama masyarakat meningkatkan pedet sapi bali di Konsel dan kecamatan lain untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan ekonomi pedesaan.

Perwira TNI berbintang dua dipundak ini mengajak masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersama mengembangkan lahan pertanian utamanya lahan tidur untuk menjadikan lahan yang memiliki nilai potensi pertaninan.

Hal itu, tambahnya, guna meningkatkan taraf hidup dan ekonomi masyarakat agar bangsa indonesia dapat menjadi bangsa yang hebat dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Sementara itu, Bupati Konsel H Surunuddin Dangga menyampaikan, merupakan kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Konsel akan hadirnya Mentan membawa program dan sejumlah bantuan yang diberikan bagi petani dan peternak di kabupaten Konsel.

Apalagi, lanjut Surunuddin, Mentan RI merupakan tokoh dan kebanggan masyarakat Konsel yang dapat dibilang merupakan putra Konsel yang telah berkiprah di pusat.

“Kita bersyukur atas perhatian pemerintah pusat melalui Mentan terhadap Konsel. Dengan adanya bantuan kepada kelompok tani di Konsel saya kira patut kita wujudkan ketahanan pangan di Konsel demi kesejahteraan masyarakat Konsel,” ujarnya.

Lahan-lahan yang ada di kabupaten Konsel akan dilakukan inventarisasi, untuk membangun pertanian dan peternakan, begitu pula bagi petani juga siap bekerja dalam mewujudkan ketahanan pangan.

“Ini merupakan pekerjaan rumah kita dan harus kita penuhi dalam mewujudkan program pemerintah pusat yang disinergikan dengan pemerintah daerah,” tandas Surunuddin.

Kunjungan kerja mentan juga dihadiri Gubernur Sultra, H Nur Alam, Pangdam Wirabuana VII Makassar, Kapolda Sultra, Bupati Kolaka Utara, unsur Muspida provinsi dan kabupaten, Bupati Konsel, H Surunuddin Dangga, Wakil Bupati Konsel DR H Arsalim SE M.Si, Sekda Konsel, Syarief Sajang, pejabat eselon II dan III lingkup Pemda Konsel serta ribuan masyarakat Konsel di Kecamatan Buke. (ram/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

To Top