Rakyat Sultra

Pendidikan

KBM UHO Gelar Rapat Konsolidasi

KENDARI – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Halu Oleo (UHO) melakukan rapat konsolidasi, untuk membahas beberapa kebijakan pemerintah yang meresahkan masyarakat.

Kebijakan tersebut diantaranya terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan tarif dasar listrik, Kenaikan Tarif pengurusan STNK, TNBK dan BPKB kendaraan bermotor, serta pencabutan subsidi kesehatan. Hasil dari pertemuan tersebut, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO memutuskan menolak kado istimewa tahun 2017.

Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) UHO, Eddy Rosman mengungkapkan, banyaknya kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dinilai kurang berpihak pada kesejahteraan rakyat, bahkan meresahkan kehidupan bermasyarakat.

“Pertemuan kali ini, semua pimpinan lembaga yang ada di Universitas Halu Oleo turut hadir. Pertemuan ini mengkaji kebijakan yang dikeluarkan oleh Joko Widodo pada awal tahun ini. Dalam kajian kami dengan para pimpinan lembaga, kebijakan yang dikeluarkan oleh Presiden RI sangat tidak pro rakyat bahkan menyengsarakan rakyat,” tutur Eddy Rosman.

Dikatakannya, untuk rencana aksi yang bertemakan menolak kado tahun baru istimewa Jokowi akan dilaksanakan hari Kamis tanggal 12 Januari 2017, yang bertitik kumpul di depan Kampus UHO dan menuju DPRD Provinsi Sultra.

“Yang menjadi tujuan akhir aksi kami yakni di kantor DPRD Propinsi Sultra untuk mengadakan Hearing dan meminta kepada ketua DPRD untuk menyuarakan tuntutan kami ke DPR RI bahwa masyarakat Sultra menolak dengan tegas dengan kado istimewa Jokowi tahun ini”, pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHO Laode Muh Faisal mengatakan bahwa, arah kebijakan pemerintah yang dikeluarkan di awal tahun baru ini dinilai tidak mengedepankan asas keadilan dan manfaat. Lanjut Faisal, Jokowi sebagai Presiden RI dan penentu kebijakan tidak melihat sudut pandang kesejahteraan rakyat.

“Seperti yang diberitakan dimedia terkait kenaikan tarif pengurusan STNK, TNKB dan BPKB Jokowi mempertanyakan itu, inikan aneh. Kalau dia mengerti tupoksinya sebagai Presiden sudah pastinya dia tidak mempertanyakan hal itu,” ucapnya.

Faisal mengatakan, atas nama keluarga besar mahasiswa (KBM) UHO secara tegas dan mengajak kepada seluruh mahasiswa UHO khususnya dan mahasiswa yang ada di Kota Kendari serta masyarkat untuk sama-sama turun ke jalan, sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan yang dikeluarkan dan meminta kepada MPR RI untuk mengadakan sidang istimewa untuk memberhentikan Jokowi sebagai Presiden karena telah gagal menakhodai RI ini, tutupnya. (p9/c/put)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

To Top