Jalan Dipalang, Pembangunan RSUD Konkep Terhambat – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Konawe Raya

Jalan Dipalang, Pembangunan RSUD Konkep Terhambat

LANGARA – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) nampaknya akan kesulitan melakukan percepatan pembangunan infrastruktur akibat kurangnya dukungan sebagian warga Wawonii terhadap pembangunan yang saat ini digelorakan Pemkab setempat.

Beberapa warga sedang memalang jalan poros Pasir Putih Langara Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan.

Beberapa warga sedang memalang jalan poros Pasir Putih Langara Kecamatan Wawonii Barat Kabupaten Konawe Kepulauan.

Sebut saja pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama yang sementara dibangun, kini mengalami hambatan karena kesulitan memasukan material di area pembangunan akibat beberapa warga Langara Kecamatan Wawonii Barat melakukan pemalangan jalan poros pasir putih.

“Material kami setengah mati masuk ke sini pak, karena ada warga yang palang jalan, katanya mereka belum dibayarkan ganti rugi lahannya,” keluh Irwan, kontraktor pelaksana PT Roda Indah Perkasa, Selasa (10/1).

Kata dia, pemalangan jalan poros itu sudah berlangsung sejak dua pekan terakhir ini bahkan sambungnya akhir bulan Oktober 2016 lalu juga pernah dipalang oleh beberapa warga yang dia tidak kenal.

“Mereka (pemalang jalan) sudah pernah palang jalan ini, sekira akhir bulan Oktober, katanya mereka belum ada ganti rugi lahan,” singkatnya.

Ditempat yang sama, Wahid yang mengklaim tanahnya belum dilakukan pembayaran ganti rugi oleh Pemkab Konkep tetap bersikukuh melakukan pemalangan jalan. “Yang kita pagar ini hanya kita punya lahan, masa sudah dua tahun dikerjakan jalan ini belum dibayarkan ganti ruginya,” bebernya.

Dia mengaku, sudah sering dijanjikan pihak pemerintah untuk dilakukan pembayaran ganti rugi lahannya hanya saja kata dia sampai saat ini belum ada realisasi,”Kalau mereka beralasan bahwa tanah ini masuk dalam hutan kawasan, ya minimal tanaman kami digantikan,” pintanya.

Saat dikonfirmasi Kabag pemerintahan umum, Mahyun Halulanga berjanji lahan warga tersebut akan dilakukan pembayaran ganti rugi lahan secepatnya hanya saja saat ini masih dalam proses pengukuran lahan.

“Harap bersabar, ini sudah diplotkan anggarannya, akan dibayarkan tahun ini, hanya kan butuh proses. Dan itu akan dibayarkan sesuai Nilai Jual Objek Pajak,” terangnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat secara umum, untuk berprasangka baik, sekaligus mendukung program percepatan pembangunan karena pembangunan butuh pengorbanan. “Kalau kita mau maju kita harus mau berkorban. Kalau dana pemerintah juga hanya digunakan untuk membayar ganti rugi lahan kan tidak mungkin bisa menutupi ganti rugi, tidak bisa kita membangun kalau begitu. Ya salah ka kalau ada sedekah sedikit,” tandasnya. (hrs)

Click to comment
To Top