Enam Bulan Kepemimpinan Arhawi Dipertanyakan – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

ridwan bae ggd"
Buton Raya

Enam Bulan Kepemimpinan Arhawi Dipertanyakan

WAKATOBI  –  Memasuki masa enam bulan pertama kepemimpinan Bupati Wakatobi, H Arhawi dan Wakil Bupati Ilmiati Daud mendapat sorotan dari Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Wakatobi melalui aksi unjuk rasa yang digelar di depan kantor Bupati Wakatobi, Senin (9/1/2017).

Pasalnya, program kerja pasangan Arhawi-Ilmiati dianggap tidak sesuai yang tercantum pada visi-misi saat kampanye Pilkada enam bulan lalu.

Massa aksi berhasil menerobos pintu gerbang kantor bupati Wakatobi.

Massa aksi berhasil menerobos pintu gerbang kantor bupati Wakatobi.

Sejumlah massa demonstran yang memaksa masuk menerobos pintu pagar kantor Bupati sempat bersi tegang dengan aparat gabungan Polres Wakatobi dan Satuan Polisi Pamong Praja.

Meski mendapat penjagaan ketat, sejumlah massa akhirnya berhasil masuk menemui perwakilan Pemda yang di terima langsung oleh Sekretaris Daerah, Juhaedin.

Diruang kerja Sekda Wakatobi, perwakilan massa yang terus di kawal ketat aparat keamanan itu menyampaikan aspirasinya.

Mereka (Massa aksi-red) menilai, sejak di lantik pada Juni 2016 lalu, pasangan Arhawi-Ilmiati hanya fokus pada mutasi pejabat struktural. Sementara visi-misi Wakatobi bersinar seakan di kesampingkan.

Kepada perwakilan massa, Sekda Wakatobi, Juhaeddin membantah keras tudingan itu. Dijelaskan, enam bulan pertama, Pemda Wakatobi telah menyelesaikan RPJMD dan berhasil menetapkan APBD 2017.

“Inilah yang akan menjadi dasar pijakan selama lima tahun kedepan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari ke empat program prioritas Wakatobi Bersinar diantaranya, keagamaan, pendidikan, kesehatan dan UMKM telah mulai direalisasi.

“Pemerataan empat program ini mulai kami lakukan. Bidang keagamaan misalnya, tahun ini akan diberangkatkan 50 warga memiliki kriteria religi melalui program umroh ke tanah suci yang di biayai Pemda sendiri, dan nama-namanya sudah di umumkan saat  hari jadi Wakatobi yang ke 13 bulan lalu. Kemudian bidang kesehatan, pendidikan dan UMKM sementara sudah dalam proses penyusunan,” terangnya.

Meski begitu, Juhaeddin menyadari masih banyak kekurangan yang masih perlu diselesaikan. Iapun berharap pada massa aksi, agar bersama-sama Pemda Wakatobi mengawal program itu.

Setelah mendapatkan titik temu, massa lalu membubarkan diri dengan tertib.(p14/b/hum)

Click to comment
To Top