Sultra Raya

472 Peserta PLPG Ikuti Ujian Nasional

KENDARI, RSONLINE – Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ditetapkan menjadi tempat pelaksana sertifikasi guru. LPTK tersebut merupakan penyelenggaran Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristekdikti).

Pelaksanaan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) yang diselenggarakan oleh subrayon Universitas Halu Oleo (UHO) hari ke 9 dan 10 yang sudah dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 November kemarin. Di hari ke 9 dan 10 ini, 472 peserta PLPG dari 14 Kabupaten/Kota mengikuti Ujian Tulis Nasional.

Muh. Abbas

Muh. Abbas

Ketua Panitia Sertifikasi Guru (PSG), Muh. Abbas mengatakan, dalam pelaksanaan ujian tulis nasional yang dilaksanakan selama dua hari, dimana pada tanggal 2 November pesertanya itu sebanyak 246 peserta dan pada tanggal 3 November pesertanya sebanyak 226, sehingga total pesertanya adalah 472 yang mengikuti Ujian Tulis Nasional.

“Dari 504 peserta PLPG sebelumnya, yang tidak mengikuti tahap PLPG untuk tahap ujian tulis nasional ini, ada 3 orang yang tidak lulus, dan ada 29 guru yang sudah dipastikan lulus pada PLPG pertama ini, karena poinnya sudah melebehi target yang ditentukan,” ujarnya.

Dikataknya, bahwa yang menentukan kelulusan nilai Ujian Tulis Nasional adalah KSG (Konsesium Setifikasi Guru) yangdibentuk oleh kementrian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud).

“Ada anggapan masyarakat bahwa penentu kelulusan itu ada pada panitia kampus Universitas Halu Oleo (UHO), itu pernyataaan salah dan itu tidak benar, kami tidak tau tentang hasil ujian tersebut, karena pusat yang akan langsung mengumumkan,” imbuhnya

Lanjut Abas, karena pelaksanaannya baru pertama kali, maka banyak kemudian kendala yang dihadapi oleh kami panitia, diantaranya gurunya sendiri yang masih kurang familiar dengan tes seperti itu, sehingga kaku dengan program itu, dan juga dapat menyita waktu operator untuk mengajarkan kepada mereka .

Selain itu, lanjut dia, kendala yang kedua itu adalah jaringan internet yang tidak baik, yang dapat menyita waktu ujian kemudian tertunda dan molor waktunya, tapi pada akhirnya kembali lancar jaringannya. Mudah-mudahan kedepan pelaksanaannaya lebih baik lagi, listrik itu harus kita jaga agar tidak dipadamkan, melalui kerjasama denganpln kopyta kendari.(p9/b/put)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top