Sultra Raya

Tournament Fishing Jadi Ikon Festival Bokori 2016

KENDARI, RSONLINE – Berbicara tentang destinasti wisata Sultra tak kenal maka tak sayang jika kita tidak kenal nama Pulau Bokori. Bokori dulu merupakan rumah para nelayan, yang kini disulap menjadi primadona wisata di Sultra.

Bahkan pulau ini menciptakan sejarah baru di Sultra, dimana Bokori dijadikan sebagai tempat perhelatan pertamakali upacara memperingati kemerdekaan 17 Agustus belum lama ini.

Inilah kemudian Pulau Bokori selalu menjadi tujuan tervavorit masyarakat Sultra. Tidak heran pada ajang Festival Bokori yang dihelat oleh Pemerintah Provinsi tahun 2016 kali ini dikunjungi oleh sejumlah turis asal Australia.

Penyerahan alat pancing oleh pejabat Pemprov Sultra dan sponsor kegiatan, tanda dimulainya Festival Pesona Pulau Bokori tahun 2016.

Penyerahan alat pancing oleh pejabat Pemprov Sultra dan sponsor kegiatan, tanda dimulainya Festival Pesona Pulau Bokori tahun 2016.

Kehadiran sejumlah turis asal Australia tersebut selain untuk menikmati keindahan yang ditawarkan Pulau Bokori juga mengikuti ajang tahunan yang kedua kali digelar yaitu Festival Pulau Bokori 2016.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Zainal Koedoes, festival Pulau Bokori tahun 2016 ini dirangkaikan dengan beberapa tournament diantaranya Bokori Fishing. Bokori Fishing diproyesikan untuk mendukung pengembangan di sektor Pariwisata, sehingga tornamen ini menjadi roh dan icon pada Festival yang digelar tiap tahunnya itu.

“Festifal ini akan menjadi landasan kita untuk lebih maju, aga target kita Bokori ini bisa menjadi lebih dikenal oleh daerah-daerah lain seperti wakatobi. Selain itu keberadaan destinasi ini juga akan mendukung pengembangan wisata selain Wakatobi,” kata Zainal, Sabtu (29/10).

Masih kata dia, pada perhelatan Festival Pulau Bokori tahun ini Pemerintah lebih fokus memperkenalkan Bokori sebagai Pulau Bahari dipadu dengan unsur Budaya yang telah terkandung di Pulau Bokori.

“Kami mencoba mencari potensi budaya dari Suku Bajo dan sekitarnya, karena suku Bajo merupakan suku unik yang tinggal dikawasan laut, mereka dikenal sebagai manusia perahu,” tuturnya.

Zainal juga mengatakan bahwa Festival ini digelar secara khusus agar masayarakat menjadi pelaku dalam setiap lomba yang diadakan. Sehingga paling tidak dampak perekonomian menjadi maju ditengah efisiensi anggaran yang dihadapi Pemerintah tahun ini.

Sementara Kabid Pemasaran Pariwisata Sultra Dra Herawati selaku Ketua panitia Penyelenggara menjelaskan bahwa pada Festival tahun ini juga diikuti para penikmat Bahari dari Australia dan Singapura.

“Utamanya untuk Tournamen Bokori Fishing diikuti 42 tim, dari 9 provinsi ada 28 tim, kemudian dari mancanegara 2 tim yaitu Australia dan Singapura, dan sisanya itu tim dari lokal,” jelas Herawati.

Selain Bokori Fishing masayarakat juga dipertontonkan dengan permainan tradisional diantaranya lomba balap katinting yang diikuti oleh 15 desa seputar pulau bokori, kemudian lomba lulo pantai, bola gotong, dan engklang.

Satu harapannya, apa yang dilaksanakan di Pulau Bokori tahun ini selain dapat mengembangkan pariwisata, adanya Festival ini juga diharapkan dapat bermanfaat untuk masyarakat.

“Bokori fhising ikon kegiatan di festifal bokori.Dikarenakan disekitar pulau ini ada tubir laut atau jurang laut yang kedalamannya 100-300 meter ada di Saponda laut dan Saponda luar, itu menjadi faforit para pemancing profesional,” pungkasnya. (p2/b/put)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top