PT Virtue Dragon Diminta Tak Sembunyikan Data Tenaga Kerja – Rakyat Sultra

Rakyat Sultra

Headline

PT Virtue Dragon Diminta Tak Sembunyikan Data Tenaga Kerja

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Konawe, Ir Joni Pisi MSi. Foto Lina Rakyat Sultra.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Konawe, Ir Joni Pisi MSi. Foto Lina Rakyat Sultra.

UNAAHA, RSONLINE –   Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Konawe meminta PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) lebih terbuka terhadap pemerintah daerah menyangkut data kualifikasi tenaga kerja yang bakal direkrut di mega proyek nasional tersebut. Hal ini diutarakan Kadis Nakertrans Konawe, Ir Joni Pisi MSi saat dimintai komentar mengenai estimasi kebutuhan tenaga kerja di Mega Industri Morosi jelang vase action smelter.

“Kalau perkiraan sampai 10 ribuan lebih. Tapi kualifikasinya seperti apa belum tahu. Kita sudah imbau mereka bisa lebih terbuka dan jauh hari menyampaikan kualifikasi tenaga kerja yang ada, terutama yang dibutuhkan,” ungkap Joni.

Imbauan tentang transparansi tenaga kerja pada pihak PT VDNI sejatinya sudah beberapa kali disuarakan Dinas Nakertrans Konawe. Imbauan itu tidak hanya secara lisan, tapi juga tertulis. Tapi, pihak perusahaan tambang itu tak kunjung merespon surat disampaikan Dinas Nakertrans Konawe.

“Sudah dua kali kita menyurat tapi tidak ada balasan dari perusahaan. Kita bukan mau mencampuri. Tapi sebagai investor sudah seharusnya begitu. Ini penting. Kita bisa melakukan persiapan agar peluang serapan tenaga kerja atas investasi di daerah semaksimal mungkin mengkover tenaga lokal. Dinas Tenaga Kerja mulai mendata SDM lokal. Mereka kita beri pelatihan agar memiliki kompetensi sesuai dengan orientasi pasar,” papar mantan Kadis PU Konawe itu.

Imbauan penyampaian data rincian kebutuhan tenaga kerja, kata Joni bukan sebagai bentuk intervensi terhadap kebijakan internal perusahaan. Sebagai investor yang membangun basis project di Kabupaten Konawe, PT VDNI seyogyanya bisa lebih kooperatif memberi informasi ketenagakerjaan dalam rangka pemberdayaan tenaga kerja lokal di Konawe.

Rekrutmen tenaga kerja lokal patut menjadi prioritas mengingat basis industri terletak di Kabupaten Konawe. Penyampaian estimasi kebutuhan karyawan, lanjut Joni dapat membantu pemerintah daerah dalam upaya menekan angka pengangguran di daerah.

Melalui Dinas Nakertrans, Pemkab Konawe bisa menyingkronkan kebijakan dengan peluang rekrutmen tenaga kerja besar-besaran di Morosi sehingga SDM lokal bisa turut bersaing. Penyusunan program-program pelatihan difokuskan lebih terarah sesuai kompetensi yang paling banyak dibutuhkan dan mengacu pada orientasi pasar Mega Industri.

“Kalau data yang mereka sampaikan jelas, kita bisa mulai menyusun kebijakan seperti apa yang tepat agar SDM lokal bisa diberdayakan. Kita tinggal berkoordinasi cepat melakukan pendataan dan mempersiapkan tenaga kerja lewat pelatihan agar benar-benar siap pakai dan siap persaing. Jangan sampai ada alasan, karena kompetensi kurang makanya yang direkrut dari luar,”urai Joni.

Untuk diketahui, Mega Industri Morosi dikabarkan bakal melakukan rekrutmen tenaga kerja besar-besar jelang action perdana pabrik smelter pada 2017 mendatang. Sementara proses konstruksi pabrik berjalan, PT VDNI lebih banyak mengandalkan impor tenaga kerja dari luar terutama dari negara Tiongkok. (lin/ian)

Click to comment
To Top