Rakyat Sultra Online

Headline

Nasabah Datangi BTN Minta Sertifikat Lahan

 

KENDARI – Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Kendari didatangi puluhan pemilik perumahan BTN Medibrata Indah III yang berlokasi di Kota Baubau.

Menurut nasabah, Bank BTN belum memberikan sertifikat tanah dan kepemilikan rumah yang seharusnya sudah diterima sejak bulan lalu. Sebab, sejak beberapa bulan sebelumnya, nasabah sudah melunasi rumah yang dicicil sejak tahun 2005 silam.

“Kami hanya tuntut hak kami, setelah melunasi kewajiban kepada Bank BTN, sebab sebelumnya BTN sudah berjanji akan memberikan sertifikat. Saat ini, kami sudah melunasi namun belum diberikan sertifikatnya,” kata Yuli, salah satu pemilik Perumahan Medibrata Indah III, ditemui di Bank BTN Cabang Kendari, Selasa (29/9).

Sementara itu, David, salah satu nasabah lainnya mengakui sudah dibohongi pihak BTN pada masalah ini. Sebab, selama beberapa bulan, pihaknya terus membayar angsuran perumahan. Padahal, perumahan yang dibayar sejak 2005 silam harusnya sudah selesai, namun pembayarannya tetap diterima Bank BTN.

“Malah, Bank BTN sudah menjanjikan kami untuk memberikan akta jual beli rumah. Kata mereka akta tersebut ada, Namun, hingga saat ini ternyata akta tersebut masih di tangan developer,” kata David.

Menanggapi ini, pimpinan BTN Cabang Kendari, Saniman mengatakan, pihaknya akan menyerahkan permasalahan ini ke proses hukum.

Sebab, diakuinya pihaknya tidak bisa memberikan sertifikat tanah ini kepada masyarakat karena barang tersebut dikuasai developer BTN Medibrata Indah III. Oknum developer yang dimaksud pimpinan BTN adalah, Meddy Marcella Mamesah.

“Hingga saat ini, sertifikat masih dikuasai Meddy Marcella Mamesah, kami sudah menyimpan jaminan di Polres Baubau sebesar Rp500 juta. Uang ini, jika sudah selesai pelunasan sertifikat, maka akan diserahkan ke Meddy Marcella, namun sampai hari ini belum diserahkan Meddy kepada kami,” kata Saniman, Selasa (29/9).

Dikonfirmasi terkait jawaban pihak BTN Kendari, Meddy Marcella Mamesah, developer Perumahan Medibrata Indah III di Kota Baubau mengatakan , dirinya tidak akan menyerahkan sertifikat rumah milik warga.

Penyebabnya, pihak BTN belum memberikan pelunasan untuk membayarkan semua biaya pembangunan 144 unit rumah di perumahan Medibrata Indah III. Menurutnya, janji pihak BTN yang disertai bukti tertulis ini, hingga saat ini belum ditepati.

“Pihak BTN berusaha memutarbalikkan fakta, sebab masyarakat tahunya proyek perumahan yang dibangun tahun 2005 silam ini adalah proyek BTN. Padahal, saya sebagai developer sudah take over biaya pembangunan 144 unit rumah ini dari Bank BTN dengan perjanjian resmi. Bukti-bukti yakni, perjanjian kredit, sertifikat yang sudah dialihkan bank, ucapan terima kasih bank BTN karena sudah melunasi utang developer sebelumnya, serta bukti kuitansi terkait pelunasan nasabah yang sudah diserahkan kepada Polres Baubau oleh pihak BTN,” kata Meddy Marcella, Selasa (29/9).

Meddy juga mempertanyakan terkait uang dari BTN kepada Polres Baubau. Sebab, pihak BTN dituding telah membuat rekening fiktif.

Diakui Meddy, dirinya tidak pernah meminta pembuatan rekening ini kepada pihak BTN. Namun, uang yang dikirim sebesar Rp500 juta ke dalam rekening fiktif, oleh pihak BTN dimaksudkan untuk melunasi utang pihak BTN kepada Meddy Marcella.

“Namun setelah ditelusuri, uang berjumlah Rp500 juta lebih dari 144 pemilik rumah itu, ternyata sudah dipotong oleh BTN sebesar masing-masing sebesar Rp3 hingga Rp4 juta perorang. itu yang saya tidak terima, karena perjanjiannya tidak seperti itu,” tambah Meddy.

Hingga berita ini diturunkan, puluhan pemilik rumah Medibrata Indah III, masih bertahan di Bank BTN Kendari. Warga berjanji, akan terus menduduki Kantor BTN sampai sertifikat tanah diberikan.

Namun, karena BTN masih memiliki utang kepada Meddy Marcella sebagai developer dan pemegang sertifikat, maka sertifikat tersebut belum bisa diberikan. Syarat yang diberikan Meddy, sertifikat ini, akan diberikan Meddy Marcella setelah BTN melunasi utangnya.(cr5/b/ags)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Jalan Sehat 2018
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.
rakyatsultra apk

©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top