Headline

Tim All Out Menangkan ‘Rumah Kita’  

 

Rusman-Emba-Malik-Ditu

KENDARI – Tim pemenangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Muna LM Rusman Emba dan Malik Ditu mengapresiasi langkah KPU setempat yang meloloskan pasangan akronim Rumah Kita itu. Saat ini, mereka akan all out untuk memenangkan kandidat yang didukung.

Rumah Kita sendiri hampir didepak dari pertarungan pilkada Muna. Pasalnya, Pengadilan Negeri Raha terlambat mengeluarkan surat keterangan dalam tanggungan utang kepada pasangan yang diusung PDIP dan Demokrat tersebut.

Namun, saat penetapan calon oleh KPU Muna, mereka dinyatakan lolos sebagai calon bupati dan calon wakil bupati.

Anggota Tim Pemenangan Rumah Kita, Ali Rahman mengatakan, sejak awal pihaknya optimistis kalau jagoan mereka bisa lolos sebagai pasangan calon. Dengan lolosnya Rumah Kita, mereka tidak akan lagi mengambil langkah hukum atas keputusan KPU.

“Karena memang dari awal kita pastikan lolos,” katanya saat ditemui di DPRD Sultra, Selasa (25/8).

Ali Rahman mengatakan, timnya tidak akan mencampuri pihak lain apabila ada yang ingin menggugat keputusan KPU Muna meloloskan Rumah Kita. Baginya, urusan seperti itu merupakan ranah lain.

“Yang jelas kami sudah sesuai undang-undang. Kami akan jalan terus dan  melakukan kerja di lapangan. Kami juga akan all out memenangkan Rumah Kita,” jelasnya.

Di tempat terpisah, Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengatakan, pihaknya sudah memfasilitasi KPU Muna ke KPU RI untuk membahas persoalan Rumah Kita belum lama ini.  Pihaknya juga bahkan sudah menyampaikan kepada KPU Muna supaya bekerja sesuai dengan mekanisme perundang-undangan.

“Kalau ada yang tidak sesuai, maka secara administrasi KPU mengatakan itu tidak memenuhi syarat. Bagi yang sesuai, pasti memenuhi syarat,” ucapnya.

Hidayatullah sendiri belum bisa memastikan apakah keputusan KPU Muna yang meloloskan pasangan Rumah Kita sudah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 9 Tahun 2015. Karena itu, dia berencana akan melakukan klarifikasi hal tersebut kepada KPU Muna.

“Kalau tidak sesuai, maka ada sanksi internal. Kita juga akan pakai prosedur penanganan pelanggaran administrasi. Yang jelas kondusif dululah (Muna). Hanya, KPU (bekerja) tidak atas mempertimbangkan situasi. KPU itu (bekerja) pada dasar standar kerja teknis administrasi sesuai ketentuan perundang-undangan, bukan tekanan rekayasa tertentu,” pungkasnya. (r6/b/ian)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top