Headline

Putra Muna Diterpa Isu Calon “Boneka”

Arwaha Adi Saputra

Arwaha Adi Saputra

 

 

RAHA – Momen Pilkada adalah momen yang mempengaruhi suasana kehidupan perpolitikan di Kabupaten Muna. Gosip dan fitnah yang belum bisa dibuktikan secara terbuka didepan publik, makin kencang berhembus. Salah satu pasangan calon yang diterpa isu tak sedap dan kerap digosipkan adalah pasangan Arwaha Adi Saputra-La Ode Samuna.

Pasangan berakronim “Putra Muna” ini digosipkan sebagai calon ‘Boneka Cantik’. Rabu (26/8), Cabup, Arwaha Adi Saputra melakukan klarifikasi terhadap gosip-gosip serta isu yang kian kencang dihembuskan di masyarakat.

Di hadapan para penyelenggara Pemilu dan para Cabup/Cawabup lainnya, LM Rusman Emba-Malik Ditu, serta LM Baharuddin-La Pili dan simpatisannya, Arwaha menegaskan bahwa dirinya bukanlah calon boneka seperti santer diisukan selama ini.

“Saya ingin mengklarifikasi dari isu-isu yang mengganggu pendengaran kita selama ini. Kami dikatakan sebagai calon boneka. Kadang-kadang saya ketawa mendengarnya. Yang boneka siapa ? Coba lihat muka saya, apakah saya ini boneka ? Jangan sampai yang bilang boneka itu adalah bonekanya,” bantahnya.

Bahkan menanggapi isu Arwaha menerima uang sebesar Rp 1 miliar dari Cabup lain, LM Baharuddin, Arwaha menegaskan dirinya tidak memiliki watak sebagai penjilat, untuk mendapatkan uang sebesar itu rela menjadi calon boneka. “Saya bukan tipe penjilat dan mengandalkan kekuatan dari orang lain. Lebih baik saya jadi sopir angkot dari pada harus menjilat,” bantahnya lagi.

Menurut Arwaha, masing-masing Cabup/Cawabup memiliki peluang yang sama untuk memimpin daerah Kabupaten Muna. “Katanya saya dibayar Rp 1 miliar dengan dr Baharuddin untuk ajdi calon boneka. Saya tidak pernah terima uang itu, jangan sampai ada orang lain yang menerima uang itu. Hari ini mari kita bertarung, Tuhan yang akan menentukan siapa yang akan memimpin Muna kedepan,” tantangnya.

Menanggapi klarifikasi tersebut, LM Baharuddin menegaskan, dirinya tak perlu bersumpah untuk membantah isu tersebut. Yang jelas, kata dia, dirinya tidak pernah bertemu dengan Arwaha Adi Saputra untuk membicarakan uang yang dimaksud.

“Saya ketemu Pak Arwaha dan La Ode Samuna, nanti pada saat pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Bahteramas Kendari setelah pendaftaran Cabup/Wabup, bulan Juli kemarin. Mana mungkin saya pengaruhi dia saat itu untuk jadi calon boneka ? Saya minta agar kita masyrakat Muna tidak menebar fitnah yang akan mencoreng dan menghancurkan nama baik seseorang, dan menjatuhkan martabat kita sebagai orang Muna, yang pada akhirnya kita orang Muna merasa malu mengakui diri sebagai orang Muna,” tegasnya.

“Mari kita jaga tali silaturahmi dan persaudaraan kita. Pilkada hanya sebuah proses untuk melahirkan pemimpin. Siapa yang akan memimpin Muna lima tahun kedepan itu sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, hanya kita tidak mengetahuinya, karena hal itu adalah rahasia Allah SWT. Marilah kita selalu membina persaudaraan kita, karena hanya Allah SWT yang bisa memberi rezki dan  memuliakan kita,” tambahnya. (sra/din)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top