Headline

Pembatasan Pemasangan Alat Peraga Dipantau Bawaslu

ilustrasi

ilustrasi

KENDARI – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Tenggara, rencananya akan melakukan koordinasi dengan KPU di tujuh daerah yang menggelar Pilkada 9 Desember nanti, terkait alat peraga kampanye yang tidak dicantumkan dalam PKPU nomor 12/2015.

Seperti, dalam PKPU nomor 12/2015 hanya menjelaskan pembatasan jumlah pemasangan alat peraga kampanye diantaranya baliho, spanduk, kaos, sticker, para calon. Tetapi, tidak dijelaskan beberapa alat peraga yang biasa digunakan oleh pasangan calon seperti mobil yang dibrending foto dan nama pasangan calon.

“Dalam PKPU tidak dijelaskan membatasi brending-brending mobil. Padahal, ini juga masuk dalam alat peraga, malahan bisa sangat efektif,” jelasnya.

Pembatasan posko pemenangan ini, untuk menciptakan pemilu yang lebih aman lagi. Sebagai contoh, dalam satu rumah belum tentu memiliki aspirasi politik yang sama.

“Pembuatan posko pemenangan juga, tidak dibatasi. Bagaimana kalau setiap rumah menempel spanduk posko pemenangan? Ini juga, akan berdampak pada pendidikan politik yang kurang baik bagi masyarakat,” jelas Divisi Pengawasan Bawaslu Sultra, Munsir Salam, saat ditemui di kantornya belum lama ini.

“Dikhawatirkan, jangan sampai menimbulkan konflik nantinya,” katanya. (p10/b/ian)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Rumah Makan Union Kendari
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Rakyat Sultra dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.




©2016 Rakyat Sultra by Fajar.co.id

To Top